5 Hal Sederhana yang Akan Dikhawatirkan Ibu Saat Kamu Ikut Suamimu Kelak. Ah, Ibu ~

Bagi seorang Ibuk , melepaskan anaknya meninggalkan rumah bukanlah masalah mudah. Entah buat urusan pendidikan, pekerjaan atau bahkan pernikahan. Apalagi bila anaknya Cewek! Ada kekhawatiran tersendiri yang terlintas dalam hati seseorang ibu.

Apakah putriku akan baik – baik saja?

Berikut ini hal – hal yang biasanya dikhawatirkan seseorang bunda waktu putrinya menikah dan ikut bersama suaminya

1. “Apakah anakku mampu sebagai istri yg baik dan selalu menemani suaminya, bagaimanapun keadaannya?”

aku dan ibu via Tuturma.ma

Hal pertama & yg paling sering dikhawatirkan seorang ibu merupakan apakah putrinya mampu sebagai seorang istri yang solehah? Apakah Ia bisa melakukan pekerjaan tempat tinggal tangga menggunakan baik? Melayani suaminya, mencuci, memasak, membersihkan tempat tinggal , apakah putrinya akan mengalami kerepotan mengerjakan seluruh itu?

2. “Lalu, bagaimana ya beliau akan memperlakukan suaminya?”

Romantis via http://kisahikmah.com

Hal lain yang dikhawatirkan seseorang bunda adalah apakah oleh suami memperlakukan putrinya menggunakan baik. Apakah suami membantu pada pekerjaan rumah atau hanya melihat istrinya bebenah? Apakah suaminya memenuhi seluruh kebutuhan putrinya. Apakah uang belanja yg diberikan relatif?

Wajar seorang bunda memikirkan hal tadi, apalagi apabila lantaran biasanya dirumah putrinya selalu dimanja & keinginannya terpenuhi.

Tenanglah bunda, suamiku merupakan imam yang baik. Ia mengajariku mengenai kepercayaan & Ibadah. Ia memenuhi kewajibannya dan mencukupi hak – hakku. Tak pernah menyakitiku baik melalui fisik juga lisan.Ia lelaki terhebat sehabis ayah.

3. “Semoga saja mertua, saudara tertua dan adik iparnya sanggup mendapat anakku menggunakan lapang dada, Ya Tuhan…”

tinggal dengan mertua via http://kapankamunikah.com

Mertua & Ipar. Terkadang terdapat saja perseteruan dengan ke 2 orang tersebut. Tak pelak hal ini menjadi kecemasan bagi seseorang mak .

Apakah ibu mertua akan menyayanginya misalnya anak sendiri? Apakah dia di terima oleh saudara tertua ipar atau adik iparnya? Ataukah putrinya akan membuat masalah pada rumah & sebagai beban?

Tenanglah bunda, Keluarga baruku sangat menyayangiku, mereka menerimaku apa adanya. Mereka mengajariku tata cara & rapikan krama pada rumah ini. Aku nir kesulitan berada pada tengah – tengah mereka.

4. “Di manapun anakku berada, semoga lingkungan yg ia pijak merupakan yg terbaik, khususnya bagi kelaurga kecilnya”

rumah mertua via http://www.datdut.com/

Lingkungan baru & orang – orang baru. Akan terdapat pertanyaan yang mampir ke benak seorang ibu tentang 2 hal tersebut. Apakah dia bisa beradaptasi? Apakah dia akan diterima pada lingkungan baru suaminya atau malah membuat memalukan?

Tenanglah bunda, saya akan sebaik mungkin beradaptasi pada lingkungan suamiku. Ia berada di sampingku, menggenggam tanganku, dan menuntunku berjalan bersisian dengannya. Itu membuatku bisa damai dan tersenyum pada semua orang – orang yang baru kutemui. Aku berusaha selalu mengimbangi & melengkapinya.

5. “Terlepas berdasarkan keinginannya untuk berkarir atau sebagai mak tempat tinggal tangga, semoga saja pilihannya merupakan yg terbaik”

Ibu Super via http://drishtimagazine.com

Apabila putrinya belum menuntaskan pendidikan kuliah atau perkerjaannya pada posisi & tempat yang baik. Tentu seseorang mak memikirkannya, apakah putrinya akan diperbolehkan menyelesaikan pendidikannya sampai lulus?. Apakah putrinya boleh permanen berkarier & mewujudkan impiannya?

Tenanglah bunda, seperti yg pernah ku bilang, dia merupakan lelaki yg baik. Ia selalu mendukung keputusanku selama dalam tahap masuk akal & nir mengganggu peranku menjadi istri. Ia bukan hanya seorang suami, lebih berdasarkan itu, ia merupakan sahabat membuatkan terbaik.

SUMBER : HIPWEE

Tags: